Cegah Remaja Terjerat Judi Online, Kemenag Siapkan Strategi Pembinaan Lewat Media Sosial
Jakarta, Kamis 05 Februari 2026 – Kementerian Agama menyiapkan strategi pembinaan remaja melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) untuk mencegah kenakalan remaja, salah satunya mencegah dari jerat judi online.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad mengatakan media sosial menjadi ruang strategis untuk menjangkau remaja, terutama Generasi Z dan Generasi Alpha, yang sangat dekat dengan platform digital.
“Fasilitator BRUS diharapkan aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi bagi remaja. Platform seperti TikTok memiliki potensi besar untuk menyampaikan pesan pembinaan yang relevan dan mudah diterima,” kata Abu Rokhmad dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/2/2026) dikutip Antara.
Ia menyebut metode ceramah masih tetap diperlukan dalam pembinaan remaja. Namun, penyampaiannya tidak boleh monoton dan mendorong Fasilitator menggunakan pendekatan yang kreatif, komunikatif, dan kontekstual agar pesan yang disampaikan dapat terserap secara optimal.
Maka dari itu, Sebanyak 100 calon fasilitator dari berbagai wilayah di Indonesia dilatih untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai tugas-tugas saat memberikan pendampingan kepada remaja usia sekolah.
Abu juga menyinggung masih maraknya kenakalan remaja, seperti judi online dan pergaulan bebas, yang berpotensi menurunkan kualitas moral, prestasi, hingga masa depan generasi muda.
Oleh karena itu, kehadiran konten edukatif di media sosial dinilai penting sebagai upaya pencegahan dan penguatan karakter.
“Melalui konten yang bermanfaat, fasilitator BRUS dapat menanamkan nilai-nilai moral, pengendalian diri, serta pentingnya menjaga pergaulan yang sehat,” kata dia.