Hujan Deras Guyur Surabaya, Puluhan Armada Damkar Dikerahkan Sedot Genangan di 18 Titik

photo

SURABAYA, 5 JANUARI 2026 – Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat menangani genangan air yang muncul di sejumlah kawasan usai hujan deras mengguyur Kota Pahlawan sejak Minggu sore (4/1/2026).

Puluhan armada penyedot air milik Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) diterjunkan ke lapangan, dibantu armada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) serta peralatan darurat dari BPBD Surabaya.

Kepala DPKP Surabaya Laksita Rini Sevriani mengatakan, percepatan penanganan genangan dilakukan dengan mengerahkan armada dan personel secara maksimal. Dari total 97 unit kendaraan operasional yang dimiliki DPKP, sebanyak 30 unit memiliki spesifikasi khusus untuk menyedot genangan air.

“Sejak pukul 16.00 WIB, petugas langsung melakukan pemantauan dan penyedotan genangan di berbagai wilayah. Pergerakan armada bersifat dinamis, menyesuaikan kondisi lapangan dan laporan warga,” ujar Laksita Rini.

Hingga Minggu malam, penyedotan genangan telah dilakukan di setidaknya 18 lokasi, di antaranya Jalan Raya Dukuh Kupang Baru, Rungkut Mejoyo Selatan, Simo Kalangan dan Ketintang Telkom, Dukuh Kupang Timur.

Lalu di Tengger Kandangan, Jalan Gadung, kawasan Pandugo Baru depan RS EC, Ngagel Rejo, Simo Hilir dekat bozem, Tanjungsari, Simorejosari, Teluk Betung, Tenggilis Mejoyo depan SMAN 14, Simo Gunung, Wisma Sejahtera Jambangan, hingga area RS Ewa Pangalila.

Sejumlah titik dilaporkan berangsur surut setelah penyedotan intensif.

Pantauan lanjutan juga dilakukan di berbagai ruas jalan dan fasilitas umum yang sempat tergenang. Misalnya saja Jalan Margorejo dengan ketinggian air sekitar 10 sentimeter dan RSIA Kendangsari 20–30 sentimeter.

Selain itu juga di, RS Ubaya, Jalan Purimas, Putat Jaya, Kupang Baru, Gayungsari Barat, hingga Simo Hilir yang sempat tergenang hingga sekitar 60 sentimeter.

“Penanganan dilakukan bertahap dengan melibatkan unit dari berbagai pos, termasuk Kalirungkut, Gunung Anyar, Jambangan, Grudo, Pakis TVRI, Margomulyo, serta dukungan armada DLH dan BPBD,” jelasnya.

Di tengah penanganan banjir, DPKP Surabaya juga harus menangani lima hingga enam kejadian kebakaran yang terjadi hampir bersamaan di beberapa lokasi. Meski demikian, seluruh laporan dapat ditangani berkat koordinasi cepat antarpos.

“Beban tugas meningkat karena banjir dan kebakaran terjadi bersamaan, tetapi semua kejadian bisa tertangani dengan baik,” tegas Laksita.

Untuk mendukung operasi, sekitar 150 hingga 180 personel diterjunkan dan bekerja sejak sore hingga malam hari. Seluruh pergerakan armada dari 23 pos pemadam dikendalikan secara terpusat melalui Command Center 112.

Sementara itu, Kepala DLH Surabaya Dedik Irianto menyampaikan pihaknya turut mengerahkan 23 unit tangki air yang disebar di berbagai wilayah guna mempercepat penyedotan genangan.
“Kami tempatkan armada di sejumlah titik agar respons bisa dilakukan lebih cepat,” kata Dedik.

Selain penanganan genangan, DLH Surabaya juga menangani delapan kejadian pohon tumbang dan sempalan akibat cuaca ekstrem, di antaranya di Penjaringan Sari, Jalan Diponegoro, Jalan Tanjung Sadari, Jalan Demak Utara, Kutisari Indah, Medokan Asri, Jalan Pengenal, dan Jalan Darmokali.

Pemkot Surabaya memastikan pemantauan akan terus dilakukan hingga seluruh genangan surut dan kondisi kota kembali kondusif. Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat melalui layanan 112.