Layanan Vaksinasi Internasional Hadir di Pasuruan, Akses Kesehatan Kian Luas

photo

PASURUAN, 5 JANUARI 2026 – Layanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Pasuruan bertambah dengan hadirnya Ruang Vaksinasi Internasional di RSI Masyithoh Bangil.

Fasilitas tersebut diresmikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Minggu (4/1/2026), sebagai bagian dari penguatan layanan preventif dan promotif di sektor kesehatan.

Ruang vaksinasi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan imunisasi yang semakin beragam, termasuk vaksin perjalanan dan vaksin berstandar internasional.
Kehadirannya diharapkan memperluas akses layanan kesehatan yang aman, terstandar, dan terjangkau bagi masyarakat.

Gubernur Khofifah menegaskan, penguatan layanan vaksinasi merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan masyarakat secara berkelanjutan, terutama dalam pencegahan penyakit.

“Penguatan layanan kesehatan tidak hanya soal pengobatan, tetapi juga pencegahan. Kehadiran ruang vaksinasi internasional ini memperluas pilihan layanan kesehatan bagi masyarakat,” ujar Khofifah.

RSI Masyithoh Bangil yang berdiri di bawah naungan Yayasan Kesejahteraan Muslimat Nahdlatul Ulama (YKM NU) telah lama dikenal fokus pada pelayanan kesehatan ibu, anak, dan keluarga. Penambahan layanan vaksinasi internasional dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu layanan rumah sakit berbasis umat.

Khofifah yang juga Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU mengapresiasi konsistensi Muslimat NU dalam mengembangkan layanan kesehatan sejak puluhan tahun lalu, dari klinik ibu dan anak hingga rumah sakit dengan fasilitas yang terus berkembang.

“Ini bukti bahwa layanan kesehatan berbasis komunitas bisa tumbuh dan beradaptasi dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan akar pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Ia berharap kehadiran fasilitas vaksinasi internasional ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan di daerah.

“RSI Masyithoh Bangil diharapkan terus memperluas kemanfaatan, meningkatkan kualitas layanan, dan menjadi rujukan pelayanan kesehatan yang profesional dan humanis,” pungkas Khofifah.