PLN UIT JBM Siagakan 1.207 Personel, Sistem Transmisi Jatim–Bali Dijaga Ketat

photo

SURABAYA, 1 JANUARI 2026 – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) mengunci keandalan pasokan listrik di Jawa Timur dan Bali menjelang perayaan Tahun Baru 2026. Perusahaan menetapkan masa siaga sistem kelistrikan selama 22 hari, mulai 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

Masa siaga diberlakukan untuk mengantisipasi lonjakan beban dan risiko gangguan akibat cuaca ekstrem.

Dalam periode tersebut, PLN UIT JBM mengerahkan 1.207 personel yang tersebar di 22 posko siaga di sepanjang jalur transmisi dan gardu induk strategis. Dari jumlah itu, 596 personel line walker ditugaskan melakukan patroli intensif jaringan.

Selain itu juga 284 operator gardu induk, 162 tim pemeliharaan, serta 86 personel Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yang berfungsi menjaga kontinuitas penyaluran listrik tanpa perlu pemadaman.

Dari sisi aset, PLN UIT JBM menyiapkan 8 set DC Mobile, 7 unit trafo mobile, dan 3 unit Tower Emergency Restoration System (ERS) sebagai back-up infrastruktur. Peralatan ini dirancang untuk mempercepat pemulihan sistem jika terjadi gangguan besar, sehingga risiko pemadaman meluas dapat ditekan.

General Manager PLN UIT JBM Ika Sudarmaja mengatakan, kesiapsiagaan akhir tahun menjadi krusial mengingat periode Natal dan Tahun Baru identik dengan peningkatan konsumsi listrik, aktivitas ekonomi, serta mobilitas masyarakat.

“Masa siaga Nataru kami jalankan secara rutin setiap tahun. Seluruh penugasan dilakukan terstruktur, baik dari sisi personel maupun peralatan, agar keandalan penyaluran tenaga listrik tetap terjaga,” ujarnya.

Memasuki puncak musim hujan, PLN UIT JBM juga meningkatkan pemantauan cuaca sebagai bagian dari manajemen risiko operasional. Potensi hujan lebat, angin kencang, hingga banjir dinilai dapat memengaruhi kinerja jaringan transmisi jika tidak diantisipasi sejak dini.

Untuk memperkuat aspek keamanan, PLN UIT JBM menggandeng TNI dan Polri dalam pengamanan aset ketenagalistrikan. Langkah ini dinilai penting guna menjaga stabilitas pasokan listrik, terutama saat aktivitas publik meningkat tajam di akhir tahun.

Di sisi eksternal, PLN turut melakukan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat, termasuk pengawasan aktivitas bermain layangan di sekitar jaringan transmisi yang kerap menjadi pemicu gangguan.

Dengan kombinasi penguatan SDM, kesiapan aset, serta koordinasi lintas sektor, PLN UIT JBM menargetkan sistem transmisi Jawa Timur dan Bali tetap andal, sehingga aktivitas sosial dan ekonomi selama pergantian Tahun Baru 2026 dapat berjalan tanpa hambatan pasokan listrik.