Polisi Sebut Motif Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Dilatarbelakangi Sakit Hati
Jakarta, Kamis 05 Februari 2026 – Polda Metro Jaya mengungkapkan anak berkonflik dengan hukum (ABH) yang menjadi tersangka dalam kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta mengaku motif yang dilakukannya karena dilatarbelakangi rasa sakit hati yang dipendam sejak lama karena dikucilkan dan direndahkan oleh lingkungan sekolah.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, ABH merasa tidak diterima oleh teman-temannya sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).
“Berdasarkan keterangan Anak, motif yang disampaikan adalah rasa sakit hati terhadap lingkungan sekolah, khususnya perlakuan dari sejumlah teman yang dinilai sering mengucilkan,” jelas Budi dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).
Dikutip Kompas.com, Budi mengatakan jika tersangka kerap mengalami ejekan dan perlakuan merendahkan, terutama terkait penampilan fisiknya serta kedekatannya dengan teman-teman perempuan. Kondisi tersebut terus berlanjut hingga ia duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).
Tekanan psikologis tersebut yang akhirnya memicu tersangka melakukan aksi peledakan tersebut.
“Dan situasi serupa berlanjut saat SMA. Atas dasar itu, Anak mengaku kemudian memutuskan untuk melakukan aksi pemboman di sekolah,” kata Budi.
Saat ini, kepolisian telah merampungkan proses penyidikan dan melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan untuk tahap penuntutan selanjutnya.
Sebagai informasi, peristiwa ledakan terjadi di masjid SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 12.15 WIB, ketika siswa dan guru tengah melaksanakan salat Jumat.
Berdasarkan keterangan saksi, ledakan pertama terdengar saat khotbah berlangsung. Tak lama kemudian, terjadi ledakan kedua yang diduga berasal dari lokasi berbeda. Akibat insiden tersebut, sebanyak 96 orang mengalami luka-luka.
Hasil penyelidikan awal mengungkap terduga pelaku merupakan salah satu siswa di sekolah tersebut. Polisi juga menelusuri dugaan perundungan yang dialami tersangka sebagai salah satu faktor pemicu aksi tersebut.
Selain itu, polisi menemukan benda menyerupai airsoft gun dan revolver di lokasi kejadian. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, kedua benda tersebut dipastikan merupakan senjata mainan.